Welcome To My Blog

Sabtu, 18 Februari 2012


Pernikahan Dini?, Nggak Deh!

PERNAH dengar tidak kasus pernikahan dini? Benar banget! Pernikahan dini ini sempat popular di tahun 2000 melalui sinema elektronik (Sinetron) di salah satu televisi nasional swasta yang diperankan oleh Agnes Monica dan Syahrul Gunawan.

Sekarang, kasus ini kembali mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat publik. Nah, kali ini bukan Agnes dan Syahrul yang bikin pernikahan dini ini jadi ngetop. Tapi, salah satu ustadz terkaya di Indonesia, siapa lagi kalau bukan ustadz yang dikenal dengan sapaan Syekh Puji, ia telah melangsungkan pernikahan dengan seorang anak di bawah umur berumur 12 tahun, namanya Ulfa.

Pernikahan Syekh Puji dengan Ulfa mendatangkan kontradiksi dari berbagai elemen masyarakat, semuanya angkat bicara, mulai dari MUI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Pakar Sexsologi, psikologi hingga Menteri Pemberdayaan Wanita RI. Tokoh-tokoh ini semuanya menentang pernikahan dini tersebut.

Alhamduliilah sobat, akhirnya Ulfa dititipkan kembali ke orang tuannya hingga Ulfa nanti siap menjalani kehidupan sebagai seorang isteri. Syukur deh..kalau gitu.
Nah, bagaimana pula dengan pendapat sobat Xpresi disini. Sejauhmana mereka mengenal pernikahan dini dan apa resikonya. Xpresi bertanya kebeberapa remaja baik itu ia seorang mahasiswa maupun anak sekolah SMA dan SMP. Rata-rata mereka menjawab ‘’Nggak deh pernikahan dini’’.


Disini ada Hesty Riyani, Mahasiswi UIR angkat bicara. Hasty sangat tidak setuju dengan pernikahan dini ini. Dia sangat menyayangkan jika negara sampai melegalkan pernikahan di bawah umur. ‘’Yaiyalah, soalnya kalau nikah di usia dini, berarti kita nggak bisa menikmati masa-masa remaja, ngumpul ama teman-teman dan melanjutkan pendidikan,’’ ujarnya lantang.

Cewek alumni SMKN 1 ini juga mengungkapkan pernikahan dini itu terjadi gara-gara pergaulan bebas yang terlalu meledak-ledak atau mungkin atas dorongan orangtuanya. ‘’Ya, seperti kasus Ulfa itu. Kalau bukan karena dorongan orangtuanya, nggak mungkin hal itu terjadi. Nggak salah orang menyebutnya hanya karena uang, marwah anak di gadaikan,’’ ungkap Hesty berapi-api.

Kemudian Angga berpendapat, pernikahan dini bisa terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhinya. ‘’Ya, mungkin saja karena faktor ekonomi misalnya atau factor-faktor lainnya. Seperti HDN alias hamil diluar nikah,’’ katanya.
Angga bilang kalau dia punya teman yang sudah menjalani pernikahan dini, dia sih ok-ok saja. ‘’Tapi tidak tahulah ya.. rahasia rumah tangga orang. Ya, mungkin saja itu terjadi karena sesuatu hal, aku bisa mengambil pelajaran dari kisah hidupnya itu,’’ ujarnya.

Orang yang sudah melakukan pernikahan dini itu, kata Angga, cepat cerai, kawin lagi, cerai lagi. Karena mereka belum puas menikmati masa muda dan belum bisa menahan ego masing-masing. ‘’Aku saranin jangan sampai deh, terjadi pernikahan dini dengan diri kita, menyesal nantinya,’’ himbaunya.

Hal itu juga dikuatkan oleh respon cewek melankolis, Mahasiswi Unri ini. Namanya Nasya. Menurutnya, kalau pernikahan dini dilegalkan di Indonesia percuma saja. Toh semua itu memang sudah sering kali terjadi. ‘’Jadi, nggak heran kalau pernikahan dini itu sudah nggak vulgar lagi terjadi dan juga karena kurang iman dalam diri manusia makanya pernikahan dini itu kerap kali terjadi yang intinya kita dikalahkan oleh nafsu,’’ celoteh Nasya menegaskan.

Sementara, Berry Wangsa, Siswa kelas II IT di SMKN I saat ditanya tentang pernikahan dini, malah ia balik bertanya pernikahan dini itu apa? ‘’Nikah dengan anak kecil ya,’’ ungkapnya dan tidak memberikan respon apa-apa lagi.

Sedangkan pendapat Putri Handayani, Mahasiswi UIN menyatakan boleh nikah dini, tapi nikah harus siap mental. Pendapat Ferry Ardianto menyatakan manfaatkan dulu masa muda. Begitu juga Sandri Wahyuni mahasiswa Jurusan Akuntansi Unri, menurutnya pernikahan dini tergantung orang mau menikah.

So, kesimpulannya dari penuturan sobat Xpresi tadi, pernikahan dini itu memang tidak boleh terjadi. Namun, kalaupun sudah terjadi. Ya, mau bagaimana lagi. Tidak bisa di kembalikan ke situasi semula. Jadi, terpaksa di jalani dengan penuh perjuangan. Benar tidak? Untuk pernikahan dini? Nggak banget deh

Sabtu, 04 Februari 2012

10 Perawatan yang Benar untuk Bayi Baru Lahir


Suasana rumah jadi hangat dengan tangis bayi baru lahir. Ketahui 10 cara perawatan yang benar agar bayi baru Anda  menjadi bayi paling bahagia sedunia!

1. Makan Lagi, Makan Lagi. Pada bulan-bulan pertama, lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Karena itu,   menawari bayi makan adalah cara paling efektif untuk menyetop tangisnya,  meski  itu  berarti  Anda harus menyusui bayi sesering mungkin; pagi, siang, sore dan malam. Mengapa bayi makan lagi makan lagi? Ini karena,  rasa lapar adalah sensasi baru  baginya. Di rahim ibu  bayi  terbiasa  menerima asupan makanan terus-menerus dari plasenta, sehingga tidak pernah merasa lapar.

Ketika lahir ke dunia, sistem pencernaan bayi belum terbiasa untuk  mencerna makanan  dalam jumlah besar, kemudian “kosong” beberapa waktu.  Untuk membantu bayi beradaptasi dengan perbedaan ini, pada minggu-minggu pertama  Anda tidak perlu menjadual jam makan bayi. Berilah dia makan sesering mungkin.  Jadual makan bayi akan terbentuk  di usia kira-kira lima minggu.

2. Waktunya Buang Air! Pipis dan BAB  bayi  baru juga  belum kenal jadual. Tetapi  sering buang air adalah  hal yang baik, pertanda bayi cukup makan. Jangan   tunda mengganti popoknya, agar bayi tidak menangis karena basah dan tidak nyaman.  Amati juga air seni  dan fesesnya karena keduanya bisa menjadi alat ukur kondisi bayi, misalnya, air seni yang terlalu kuning  menandakan bayi kurang cairan. Feses bayi  yang  mendapat ASI  ekslusif lebih lunak dan tidak  terlalu berbau. Setelah bayi pipis atau BAB, segera bersihkan alat kelaminnya. Bubuhi bokong dan selangkangannya dengan krim untuk menghindari ruam popok.


3. Baby Dress Code. Apa iya, bayi baru lahir harus dibedong sepanjang hari? Apa betul bajunya harus berlapis-lapis dan selalu pakai selimut? Ayahbunda,  iklim tropis di negara kita sebenarnya tidak cocok dengan pakaian bayi gaya dibuntel-buntel.  Saat udara panas dan    bayi berada di ruangan non-AC,  coba cek belakang leher bayi, jika terasa panas dan lembab,  berarti dia  kegerahan. Jika demikian, singkirkan alas tidurnya dan ganti bajunya dengan yang  lebih ringan. Pastikan  pakaian bayi terbuat dari bahan alami, seperti katun 100%,   yang      menyerap keringat, mudah dicuci dan disetrika. Panduan berbusana  untuk bepergian lain lagi. Kenakan mantel atau cardigan,  kaos kaki, sepatu dan topi pada bayi untuk mencegah dia  masuk angin.

4. Kosmetika Bayi. Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath,  baby shampoo, baby oil,  baby lotion, baby powder, baby cream,  baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan  oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih.  Apa pun  mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut.  Hentikan pemakaian.

Beralihlah pada kosmetika bayi yang  bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan  produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi.


5. Kegiatan yang Dibenci Bayi. Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju,  mandi,  keramas, diberi obat tetes mata  dan  tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi  dengan mengajaknya bercakap-cakap,   memberi pelukan dan ciuman.

6. Lingkungan yang Nyaman. Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi.  Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik,  terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari  31 derajat Celcius).   Bayi juga bisa rewel karena silau, karena  itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.  Tidak dianjurkan  menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

7. Mainan Bayi. Fungsi mainan  bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi  pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.  Beruang Teddy  yang lembut menyenangkan bayi saat  ia merabanya.  Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika     digoyang, juga  menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho.  Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan  di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

8. Ritual Tidur. Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari  dan terbangun 2 - 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang    harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

9. Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir.
Kolik, ruam popok,  hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru.   Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan  atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka  popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok -  diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet,  infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan  resep obat dari dokter. Sedangkan kolik  yang umumnya tidak dapat disembuhkan,  bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun,  disusui, atau diusap-usap perutnya.

10. Orang-orang di Sekitar Bayi. Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya.  Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda,  jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit  diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap”  suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya.  Ketika     mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan  dia pun ikut-ikutan rewel.     Jadi,  jagalah suasana hati Anda  di dekat bayi.  Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.

Mitos-Mitos Selama Kehamilan

Mitos seputar kehamilan banyak beredar dan meluas di masyarakat. Sebagian msayarakat bahkan mempercayai mitos-mitos tersebut. Padahal tidak semua mitos itu benar adanya. Agar calon orangtua tidak disesatkan oleh mitos-mitos kehamilan yang beredar, berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa mitos yang ada
  • Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan

Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih.
  • Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan intim pada trimester pertama kehamilannya

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hubungan intim menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh-boleh saja melakukannya.
  • Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki

Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentsi kulit). Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilan setelah melahirkan.
  • Bila bentuk perut calon ibu membulat, berarti bayinya perempuan

Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya